Showing posts with label Turki. Show all posts
Showing posts with label Turki. Show all posts

Saturday, May 25, 2013

Büyükada'ya Gittik! - Jalan-jalan di Büyükada

Pada hari minggu yang lalu, kami pergi ke Büyükada. Büyükada merupakan pulau terbesar yang ada di kepulauan Istanbul (İstanbul Adaları) yang berada di laut Marmara. Dalam bahasa Inggris, kepulauan ini dikenal dengan nama Princess Islands. Secara harfiah, Büyükada berarti pulau besar, dahulu bernama Prinkipo. Luasnya 5,4 km persegi. 

Foto dari sini
Perjalanan ke Büyükada ditempuh dengan naik kapal feri dari Kabataş, selama kurang lebih 2 jam. Ada tiga pulau lain yang disinggahi kapal, yaitu Heybeliada, Burgazada dan Kınalıada. Saya sudah lupa urutannya. Untuk Istanbul bagian Asia, kapal feri berangkat dari Kadıköy dan Bostancı.  


Untuk mencapai tujuan wisata, kita bisa menyewa andong, yang merupakan alat transpotasi utama. Selain itu, kita juga bisa menyewa sepeda, atau jalan kaki. Kendaraan bermotor tidak diijinkan di sini, kecuali kendaraan polisi, ambulans dan pemadam kebakaran. Tidak enaknya adalah, bau dan kotoran kuda di mana-mana. Harga sewa andong tergantung tujuan. Kami pergi ke Aya Yorgi, puncak tertinggi di Büyükada, ongkos sewa andongnya 30 TL. 


 Di daerah Dilburnu, biasanya orang melakukan piknik. Pepohonannya rindang dan yang pasti, tidak bau dan tidak ada kotoran kuda, karena memang tempat ini ditujukan untuk piknik.


Sayangnya, andong yang disewa tidak bisa mencapai puncak Aya Yorgi, karena memang jalannya mendaki. Akhirnya kami pun harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Hiking deh!! Banyak juga yang menyewa sepeda. Tapi tetap saja, harus mendorong sepeda saat mendaki.


Inilah satu-satunya bangunan yang ada di puncak Aya Yorgi. Gereja St. George alias Aya Yorgi itu sendiri. Saya idak masuk kompleks gereja, hanya menikmati pemandangan dari puncak ini. Foto-fotonya ada di bawah ini. 





Pengunjung bisa menggunakan teropong ini untuk melihat pemandangan nun jauh di sana. Tapi tentu saja tidak gratis. Anda cukup membayar 1 TL saja, kok.

Mungkin kurang dari 15 menit kami berada di puncak. Tidak cucuk memang dengan susah payah kami (terutama saya) mendaki tadi. Belum hilang rasa lelah, kami sudah turun lagi. Karena waktu sudah sore, kami tak sempat mengunjungi tempat-tempat lain. Lagi-lagi, tidak cucuk dengan lamanya perjalanan yang ditempuh, pergi dan pulang. 

Wednesday, May 15, 2013

Bisküvili Pasta - Cake Biskuit

Setiap kali mendengar kata pasta, yang terpikir oleh saya adalah mie, spaghetti dan kawan-kawannya. Tapi ternyata, pasta memiliki arti yang berbeda di Turki, sangat jauh dan tidak ada kaitannya dengan spaghetti dan kawan-kawan. 'Pasta' adalah cake yang sudah didekorasi, diberi frosting dan lain-lain, bukan cake yang masih polos. Cake yang masih polos disebut kek.

Bisküvili pasta adalah pasta (cake) yang menggunakan biskuit sebagai bahan utamanya. Frostingnya menggunakan puding coklat. Puding coklat yang saya gunakan kali ini adalah puding siap pakai. Jika tidak ada puding siap pakai, anda bisa membuatnya sendiri. Resepnya bisa ada lihat di resep puding coklatnya Warteg Gaziantep. Pudingnya bukan puding agar-agar loh ya. Biskuit yang dipakai bisa bermacam-macam, misalnya biskuit marie. Membuatnya sangat mudah dan cepat. Rasanya? Jangan tanya, sedap, sedap, sedap! Nyam-nyam!




Bisküvili Pasta - Cake Biskuit

Bahan:
1 bungkus puding coklat bubuk siap pakai
750 ml susu cair
Biskuit (saya menggunakan petibör)

Cara Membuat:
  1. Puding: Campur puding bubuk dan susu dan masak sesuai petunjuk kemasan.
  2. Siapkan loyang untuk membuat cake-nya. Tuang beberapa sendok puding di dasar loyang. Tata biskuit memenuhi dasar loyang. Siram bisakuit dengan beberapa sendok puding coklat, hingga rata. Tata biskuit lagi. Lakukan hingga terbentuk beberapa lapisan. Saya membuat 5 lapisan.
  3. Simpan di kulkas beberapa lama. Cake akan lebih sedap jika dingin.
  4. Sajikan. 

Saturday, May 11, 2013

Şeritli Burma Poğaça (Step by Step)

Kali ini saya membuat poğaça (baca: poca) alias roti isi. Saya menggunakan keju ricotta dan parsley cincang untuk isinya, kesukaan baba. Saya sendiri tidak suka. Resep rotinya sama dengan resep yang saya gunakan untuk membuat roti hotdog, roti burger dan roti kepang. Bentuknya menyerupai siput, ya? Bentuknya saya contek dari Şeritli Burma Poğaça-nya Cahide Jibek. Isiannya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing lah. Berikut resepnya, saya adaptasi dari Saçaklı Poğaça-nya Cahide Jibek juga.


Şeritli Burma Poğaça
Diadaptasi dari Cahide Jibek

Bahan:
4 gelas terigu
1 sdm ragi instan
1 sdm gula
1 sdt garam
1 gelas susu
1/2 gelas yogurt
1/2 gelas minyak sayur
1 butir telur, kocok lepas
wijen untuk taburan (optional)

Bahan Isi:
Keju ricotta
Parsley cincang

Cara Membuat:

Membuat rotinya bisa dilihat di resep roti burger, roti hotdog, atau roti kepang. Ikuti langkahnya hingga adonan dibuat bola-bola kecil dan didiamkan.

Ambil satu bola, pipihkan memanjang.


Dengan pisau, iris bagian tengah adonan.


Beri isi merata.


Gulung menyerong dari salah satu ujungnya.


Gulung hingga terbentuk seperti gambar di atas.


Tarik ujungnya ke tengah dan bentuk seperti gambar di atas.


Tata di loyang yang dilapisi kertas baking. Tutup serbet. Diamkan kurang lebih 1 jam. 
Olesi dengan campuran telur dan susu. Taburi wijen.
Panggang di oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu, dengan suhu 190 derajat Celcius selama kurang lebih 15 menit, atau hingga permukaannya kecoklatan. 

Afiyet olsun!







Wednesday, May 8, 2013

Kuru Biber Dolması - Dolma Paprika Kering

Apa perbedaan sarma dengan dolma? Bahan-bahan dan bumbunya sama. Cara memasaknya juga sama. Yang berbeda hanya bungkusnya saja. Mengapa namanya berbeda? Ternyata yang membedakan adalah teknik membungkusnya. Dolma berarti stuffed (diisi), sedangkan sarma berarti wrapped (dibungkus atau dibalut). Ada beberapa jenis sayuran yang bisa dibuat dolma, antara lain paprika, tomat, zucchini, terong, baik yang kering maupun yang basah, bahkan bawang prei yang besar (leek). Yang penting sayuran yang bisa diisi. Bahan isinya pun bisa dicampur dengan daging. Bumbunya juga bisa bervariasi. Resep di bawah ini adalah resep keluarga mertua, yang biasa dibuat oleh kakak ipar. Jika tertarik untuk melihat resep sarma, silakan buka resep sarma kol dan sarma kol hijau yang pernah saya tulis sebelumnya.



Kuru Biber Dolması

Bahan:
Beberapa buah paprika kering, rendam dengan air panas
2 gelas Bulgur (bisa diganti beras biasa), cuci bersih
2 buah cabe hijau besar, buang bijinya, rajang kasar
1 buah tomat, potong kasar
1 buah bawang bombay, rajang kasar
1/2 ikat parsley, rajang kasar
Air lemon dari 1/2 buah lemon (sesuai selera)
cabe bubuk/serpih (sesuai selera, optional)
3 sdm minyak sayur
1-1/2 sdt garam
2 sdm pasta tomat
1-2 ba-buah tomat, iris wedges

Cara Membuat:
  1. Campur dan aduk rata bulgur dengan bahan-bahan lain, kecuali paprika kering dan tomat iris. 
  2. Panaskan air secukupnya untuk memasak dolma. 
  3. Ambil satu buah paprika, beri isi campuran bulgur hingga 3/4 penuh. Beri tutup dengan irisan tomat.
  4. Tata di dalam panci. Lakukan hingga selesai.
  5. Beri piring keramik di atas dolma.
  6. Tuangi dengan air panas hingga semua terendam. Jangan terlalu banyak air.
  7. Masak dengan api sedang hingga air habis. Matikan api. Biarkan di dalam panci agar bulgur tanak.
  8. Sajikan hangat. 
Catatan: Jika menggunakan beras biasa, sesuaikan jumlah air dengan jenis beras yang digunakan.

Friday, May 3, 2013

Elma Dilimli Patates - Baked Potato Wedges

Request dari baba, karena siangnya makan ini di kantor. Jika diterjemahkan secara harfiah, namanya berarti kentang yang dipotong seperti apel. Nah loo, apaan tuh? Browsing sana-sini, penasaran sama si elma dilimli ini. Ternyata eh ternyata, kentang panggang doang, bumbunya juga tidak spesial, standar banget. Dan ternyata lagi, saya sudah berkali-kali bikin. Tapi memang tidak dipotong kayak apel sih.



Baked Potato Wedges

Bahan:
5 buah kentang ukuran sedang
Garam
Merica hitam bubuk
Cabe bubuk (serpih)
Minyak zaitun

Cara Membuat:

  1. Kupas kentang (jika mau, kulit bisa disertakan), cuci bersih, potong-potong wedges. Saya memotong kentang menjadi 6 potong.
  2. Rebus sebentar kira-kira 3 menit setelah air mendidih, jangan sampai empuk. Tiriskan.
  3. Beri semua bumbu, aduk agar seluruh permukaan kentang terolesi bumbu.
  4. Panggang dalam oven suhu 200 derajat Celcius selama 30 menit. Jika ingin mendapatkan kentang yang agak garing di luar, bisa ditambah waktu panggangnya.
  5. Keluarkan dari oven. Sajikan bersama saus atau sambal kesukaan. Afiyet olsun.

Tuesday, April 23, 2013

Kömbe - My Way

Salah satu variasi roti. Sering menjadi makan malam kami atau sekedar menjadi teman minum teh. Resepnya hasil mengintip resep mertua saat bantu-bantu beliau bikin kömbe. Sayangnya, saya tidak pernah melihat saat beliau membuat adonan rotinya. Berkali-kali mencoba sendiri, hasilnya tak pernah sama. Roti buatan mertua lebih keras, jadi agak-agak krispi kulitnya, kayak pastel. Akhirnya saya nyaman dengan resep saya sendiri, menggunakan resep untuk roti pizza. Isinya sesuai selera aja. Kadang saya isi dengan bayam, keju ricotta, daun bawang, atau kentang. Kali ini saya menggunakan kentang. 


Kömbe

Bahan:
4 gelas tepung terigu serbaguna
1 sdm ragi instan
1 sdm gula pasir
1 sdt garam
3 sdm minyak zaitun (minyak biasa jg bisa)
300 ml air hangat

Isi:
2 buah kentang besar
1/2 ikat parsley, cincang kasar
2 sdm mentega
100-150 ml susu cair
garam

Cara Membuat:

  1. Roti: Campur terigu dan ragi. Aduk rata. Tambahkan gula, garam. Aduk rata. Masukkan minyak dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Perhatikan adonan. Air mungkin tidak terpakai semua, tetapi jika kurang, bis ditambah. Uleni adonan hingga tdk lengket di tangan. Taruh di wadah yang sudah diolesi minyak. Tutup dengan plastik cling wrap. Diamkan hingga mengembang minimal 2x lipat.
  2. Isi: kupas kentang, potong-potong, kukus atau rebus hingga empuk. Taruh di mangkuk, beri mentega, garam, lalu haluskan. Tuangi susu cair dan beri daun parsley cincang. Aduk rata. Sisihkan.
  3. Kempeskan adonan roti, uleni sebentar untuk menghilangkan udaranya. Bagi adonan menjadi dua. Pipihkan masing-masing sesuai dengan lebar loyang (saya menggunakan loyang datar 30x35 cm). 
  4. Taruh satu lembaran di dalam loyang yang sudah diolesi minyak. Beri bahan isi, ratakan ke seluruh permukaan. Tutup dengan satu lembaran yang lainnya. Rapikan. 
  5. Olesi dengan kuning telur atau susu cair. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 190 derajat Celcius selama kurang lebih 20 menit atau hingga permukaannya kecoklatan.
  6. Keluarkan dari oven, potong-potong. Kömbe siap untuk menemani teh anda. Afiyet olsun!


Saturday, April 20, 2013

Örgü Açma - Roti Kepang (Step by Step)

Penampilannya cantik. Rasanya juga enak. Inilah roti kepang alias örgü açma. Kepangan menjadikan serat-serat dalam roti ini menjadi lebih terlihat.
Sebenarnya, ini hanya roti tawar biasa. Resepnya seperti roti hotdog dan roti burger yang pernah saya tulis dulu. Tetapi bentuknya saya suka dan dapat dicontek untuk jenis roti yang lain. Saya nyontek bentuknya dari örgü açmanya Cahide Jibek.



Örgü Açma - Roti Kepang
Diadaptasi dari Saçaklı Poğaça dan Örgü Açma from Cahide Jibek

Bahan:
4 gelas terigu
1 sdm ragi instan
1 sdm gula
1 sdt garam
1 gelas susu
1/2 gelas yogurt
1/2 gelas minyak sayur
1 butir telur, kocok lepas
wijen untuk taburan (optional)

Cara Membuat:
  1. Campur terigu dan ragi. Masukkan gula. Aduk rata.
  2. Tambahkan garam, aduk rata.
  3. Campur susu, yogurt, minyak, telur. Sisakan telur kira-kira 1-2 sdm untuk olesan.
  4. Tuang campuran susu ke dalam campuran tepung. aduk dengan sendok kayu atau tangan, hingga adonan mulai menyatu.
  5. Uleni adonan di atas meja bertabur terigu. uleni 10-15 menit, hingga kalis dan lembut.
  6. Taruh adonan ke dalam mangkuk yang sudah diolesi minyak. tutup dengan plastik cling wrap. Taruh di tempat hangat. Biarkan mengembang hingga minimal 2x.
  7. Kempiskan adonan. uleni sebentar untuk menghilangkan udara. 
  8. Bagi adonan menjadi 8-10 bagian. Bentuk masing-masing bagian menjadi bola-bola. Diamkan kira-kira 10 menit hingga mengembang.
  9. Bentuk roti kepang seperti gambar di bawah. Tata di loyang beralas kertas baking. Tutup dengan serbet. Diamkan kurang lebih 1 jam. 
  10. Panaskan oven 190 derajat Celcius. 
  11. Campur sisa telur dengan sedikit susu cair. Olesi roti dengan campuran telur. Taburi wijen.
  12. Panggang kurang lebih 15 menit, atau hingga permukaannya kecoklatan. 
Membentuk Roti Kepang
Ambil satu bola, bagi menjadi 3 bagian. Giling masing-masing bagian menjadi panjang seperti gambar di atas. Satukan salah satu ujungnya.

Kepang roti seperti mengepang rambut. 

Kepang yang sudah jadi.

Satukan ujung-ujung kepangan membentuk lingkaran.


Wednesday, April 17, 2013

Arpa Şehriyeli Pilav a.k.a. Nasi Orzo

Salah satu ide membuat variasi nasi untuk keluarga. Arpa şehriye atau orzo yang saya kenal selama ini hanya dimasak seperti pasta lain pada umumnya. Baru di sinilah pertama kali saya merasakannasi campur pasta. Ternyata enak lho. Masaknya pun sangat mudah. Mari, segera kita buat nasi orzo a.k.a. arpa şehriyeli pilav. 


Arpa Şehriyeli Pilav (Nasi Orzo)

Bahan:
2-3 sdm arpa şehriye (orzo)
2 gelas beras, rendam dengan air panas kurang lebih 30 menit, tiriskan
3 gelas air panas (atau sesuaikan dengan jenis berasnya)
garam
2 sdm minyak sayur

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak. Masukkan arpa şehriye (orzo), goreng hingga coklat tua, tapi tidak gosong.
  2. Masukkan beras, aduk hingga beras tercampur rata dengan minyak.
  3. Tuang air. Tambahkan garam. Aduk-aduk.
  4. Tutup panci. Kecilkan api (paling kecil). Masak hingga air habis. Matikan api.
  5. Jangan buka tutup panci. Biarkan hingga 15 menit agar nasi tanak.
  6. Nasi orzo siap disantap bersama sayur atau lauk kesukaan. Afiyet olsun!


Saturday, April 13, 2013

Miniatürk: Melihat Turki Versi Mini

Dari namanya pasti sudah terbayang, bahwa ini adalah Turki versi mini. Itu juga yang saya bayangkan waktu Baba bilang mau ngajak jalan-jalan kami, mengunjungi Miniatürk. Saya membayangkannya seperti Taman Mini Indonesia Indah, kurang lebih begitu. Dan pergilah kami hari minggu lalu, dalam rangka menyambut musim semi (halah).
Miniatürk terletak di daerah Beyoğlu, di pinggir teluk Golden Horn (Haliç Hattı). Tiket masuk untuk umum adalah 5 TL dan 10 TL untuk wisatawan asing, 3 TL untuk mahasiswa. Dan ternyata tak seperti yang sys bayangkan. Jauh sekali jikadibandingkan dengan TMII. Miniatürk benar-benar mini, seperti masuk ke negeri liliput. Isinya pun tak selengkap TMII, kebanyakan berupa ikon-ikon kota di Turki, terutama masjid-masjid besarnya. Itupun (sebatas yang saya lihat) tidak mewakili seluruh propinsi di Turki. Kita lihat saja, yuk, beberapa foto hasil jeprat-jepret saya selama jalan-jalan di Miniatürk.


Terletak di kompleks Masjid Sultan Ahmet. Selesai dibangun pada tahun 537 M pada masa Kaisar Justinianus dan merupakan karya arsitektur paling megah pada masa Bizantium. Pada masa itu, Ayasofya berfungsi sebagai gereja ortodoks. Setelah penaklukan Kontantinopel (Istanbul) oleh Muhammad Al Fatih pada tahun 1453, Ayasofya diubah menjadi masjid. Setelah runtuhnya khilafah Turki Utsmani, Mustafa Kemal mengubahnya menjadi museum pada tahun 1935 hingga saat ini. 


Terletak di Yeşilköy, menjadi bandara pertama kali pada tahun 1938. Namanya kemudian diubah menjadi Atatürk pada tahun 1985.


Dibangun pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di tepi sungai Yeşilırmak di Amasya. Rumah-rumah ini merupakan contoh arsitektur Anatolia dan merupakan rumah prafabrik pertama di Anatolia.



Masjid Halil-ür Rahman dibangun antara tahun 1211-1212 M atas perintah Malik Eşref Muzafferiddin, keponakan dari Shallahuddin Al Ayyubi. Berada di tepi danau Zeliha dan merupakan salah satu tempat wisata populer di Urfa hingga saat ini.


Namanya Bosphorus Bridge, dibuka pada tahun 1973 dan merupakan jembatan pertama yang menghubungkan Istanbul bagian Asia dan Eropa. Jembatan ini juga merupakan salah satu simbol kota Istanbul, disebut juga sebagai Pearl of Istanbul. Jarak antara tiang utama adalah 1.074 m dengan panjang jembatan keseluruhan 1.560 m dan lebar 33 m. Tinggi masing-masing tiang adalah 165 m. Jarak jembatan dengan permukaan air 64 m. 


Makam ini dibangun pada tahun 1274 dan merupakan karya seni terindah pada masa kekaisaran Selçuk. Memiliki 16 kubah berwarna hijau yang mengingatkan. Pembuatan kubah ini dipimpin oleh Gürcü Hatun, istri dari Selçuk Vizier Muhittin Pervane, diarsiteki oleh Bedreddin Tebrizi. 


Dibangun pada masa khilafah Turki Utsmani, antara tahun 1568-1575 M. Diberi nama dengan nama Sultan Selim II dan dianggap sebagai mahakarya pada masa itu. Memiliki empat menara dengan tinggi masing-masing 71 meter. Di dalam menara terdapat tangga menuju tiga buah balkon. 


Safranbolu terletak 220 km utara kota Ankara. Rumah-rumah tradisional ini berasal dari abad ke-18, umumnya berlantai batu. Lantai-lantai di bagian atas biasanya terbuat dari karet yang berkualitas bagus. 


Masjid Sultan Ahmet dibangun tahun 1609, pada masa pemerintahan Sultan Ahmet I. Karena dindingnya dilapisi ubin berwarna biru dan putih, orang-orang Eropa mulai menyebutnya sebagai Blue Mosque (Masjid Biru). Masjid ini merupakan salah satu simbol kota Istanbul.

Friday, March 29, 2013

Yufka

Lembaran yufka
Foto berasal dari sini

Yufka seperti kulit lumpia, dengan ukuran yang sangat lebar. Yufka terdiri dari 2 jenis (setidaknya yang saya tahu dan gunakan), yaitu yufka untuk börek dan yufka untuk baklava. Yufka untuk börek biasanya berbentuk bundar seperti gambar di atas dan lebih tebal. Sedangkan yufka untuk baklava biasanya berbentuk kotak (ada juga yang bundar) dan lebih tipis seperti gambar di bawah. Kita mengenalnya sebagai phyllo pastry. Yufka börek bisa digunakan untuk menggantikan kulit lumpia atau kulit pangsit.

Yufka untuk baklava
Foto berasal dari sini
Selain untuk kulit lumpia atau pangsit, yufka bisa langsung digoreng. Jadi deh kerupuk yufka. Cepat dan mudah, seperti gambar di bawah ini.


Yufka saya gunakan dalam resep:

Thursday, March 28, 2013

Lahana Sarması - Sarma Kol

Salah satu makanan Turki yang bisa diterima lidah saya. Membuatnya cukup mudah dan cepat. Biasanya menggunakan bulgur (gandum), tapi bisa juga menggunakan beras biasa. Bisa juga dicampur dengan daging sapi atau kambing cincang. Lahana berarti kol, sarma berarti digulung, dibungkus atau dibalut. Untuk membalutnya, bisa digunakan daun anggur, kara lahana (semacam daun kale), daun bit, atau daun apa saja asal bisa dimakan. Jangan pake daun pisang, nanti namanya berubah jadi arem-arem deh, heheee. Kali ini saya menggunakan kol. Bumbunya sama dengan bumbu untuk membuat dolma (resep menyusul). Saya biasa makan ini dengan cocolan tomat. Berikut resepnya, saya intip dari resep kakak ipar.


Lahana Sarması

Bahan:
Beberapa lembar kol, rebus untuk melemaskan
2 gelas Bulgur (bisa diganti beras biasa), cuci bersih
2 buah cabe hijau besar, buang bijinya, rajang kasar
1 buah tomat, potong kasar
1 buah bawang bombay, rajang kasar
1/2 ikat parsley, rajang kasar
Air lemon dari 1/2 buah lemon (sesuai selera)
cabe bubuk/serpih (sesuai selera, optional)
3 sdm minyak sayur
1-1/2 sdt garam
2 sdm pasta tomat

Cara Membuat:
  1. Campur dan aduk rata bulgur dengan bahan-bahan lain, kecuali kol. 
  2. Panaskan air secukupnya. 
  3. Potong-potong kol seukuran kulit lumpia atau kulit pangsit. Buang tulangnya. 
  4. Taruh 1-2 sdm campuran bulgur. Gulung kol seperti membuat lumpia.
  5. Tata gulungan kol isi di dalam panci. Lakukan hingga selesai.
  6. Beri piring keramik di atas kol gulung agar gulungan tak rusak saat dimasak.
  7. Tuangi dengan air panas hingga semua terendam. Jangan terlalu banyak air.
  8. Masak dengan api sedang hingga air habis. Biarkan di dalam panci agar bulgur tanak.
  9. Sajikan hangat. 
Catatan: Jika menggunakan beras biasa, sesuaikan jumlah air dengan jenis beras yang digunakan. 


Tuesday, March 26, 2013

Kırmızı Mercimek Çorbası - Sup Lentil Merah

Pertama kali mengenal lentil, tidak bisa membayangkan bagaimana bentuknya. Setelah di sini, hampir tiap hari mertua bikin sup lentil merah alian mercimek çorbası. Rasanya bisa diterima oleh lidah jawa saya. Akhirnya bikin sendiri deh. Resep dari mertua hanya menggunakan pasta tomat dan garam untuk membumbuinya. Rasanya kok kurang nge-sup gitu ya. Ketemulah resep dari juragan Warteg Gaziantep, dan diputuskan untuk menggabungkan resep tersebut dengan resep mertua. Membuatnya cepat dan mudah. Hasilnya? Enyaaaak!! Apalagi ditambah dengan air jeruk lemon. Laziiisss!!! Sup ini biasanya dsajikan pada musim dingin, tapi bagi saya, anytime, lah. Tetap enak.


Sup Lentil Merah
Diadaptasi dari Warteg Gaziantep

Bahan:
1 gelas lentil merah
5 gelas air
1 buah kentang kecil, parut
1/2 buah bawang bombay, parut
2 siung bawang putih, parut
1 sdm pasta tomat
garam
merica


Cara Membuat:

  1. Masak lentil bersama kentang, bawang bombay, bawang putih dan pasta tomat hingga lunak.
  2. Tambahkan garam dan merica. Masak terus hingga matang dan butir-butir lentil mulai hancur. Tambahkan air jika perlu.
  3. Sajikan hangat.