Showing posts with label Homemade. Show all posts
Showing posts with label Homemade. Show all posts

Friday, May 24, 2013

Homemade: Tempe Gembus

Haiya... akhirnya jadi juga, setelah beberapa kali gagal. Tempe gembus. Makanan kampung banget. Selain untuk mengobati kangen akan makanan kampung, saya membuat tempe gembus juga karena ingin memanfaatkan limbah tahu. Untung ragi kiriman ibu saya masih tersisa. Meski sudah setahun, ternyata masih bagus. Setelah tempe jadi, langkah pertama yang saya lakukan adalah menggorengnya. Disantap bersama sambal, mantabs...



Tempe Gembus
Adaptasi dari iyaa

Bahan:
Ampas tahu
Ragi tempe

Cara Membuat:
  1. Ampas tahu yang masih basah, diamkan semalam hingga mengering. Remas-remas untuk menghancurkan gumpalan-gumpalannya.
  2. Kukus selama 1 jam agar aman dan tak berbahaya.
  3. Tuang di nampan, diamkan hingga dingin.
  4. Tuang ragi secukupnya. Campur hingga rata.
  5. Bungkus dengan plastik yang sudah diberi beberapa lubang untuk sirkulasi udara.
  6. Simpan tempe di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Diamkan hingga menjadi tempe.
  7. Tempe gembus siap diolah sesuai selera. 

Tuesday, April 2, 2013

Homemade: Burger Buns

Serial roti episode kali ini adalah roti burger. Bahan-bahan dan caranya sama persis dengan roti hotdog yang pernah saya post sebelumnya. Hanya bentuknya yang membedakan. Percayalah, roti burger ini benar-benar empuk dan lembut. Saat masih hangat, dimakan langsung tanpa apa-apa juga sudah enak banget.  Berikut resepnya saya tulis kembali.


Burger Buns
Diadaptasi dari Saçaklı Poğaça from Cahide Jibek
Untuk melihat foto step by step pembuatannya, silakan klik di sini.

Bahan:
4 gelas terigu
1 sdm ragi instan
1 sdm gula
1 sdt garam
1 gelas susu
1/2 gelas yogurt
1/2 gelas minyak sayur
1 butir telur, kocok lepas
wijen untuk taburan (optional)

Cara Membuat:
  1. Campur terigu dan ragi. Masukkan gula. Aduk rata.
  2. Tambahkan garam, aduk rata.
  3. Campur susu, yogurt, minyak, telur. Sisakan telur kira-kira 1-2 sdm untuk olesan.
  4. Tuang campuran susu ke dalam campuran tepung. aduk dengan sendok kayu atau tangan, hingga adonan mulai menyatu.
  5. Uleni adonan di atas meja bertabur terigu. uleni 10-15 menit, hingga kalis dan lembut.
  6. Taruh adonan ke dalam mangkuk yang sudah diolesi minyak. tutup dengan plastik cling wrap. Taruh di tempat hangat. Biarkan mengembang hingga minimal 2x.
  7. Kempiskan adonan. uleni sebentar untuk menghilangkan udara. 
  8. Bagi adonan menjadi 10-12 bagian. Bentuk masing-masing bagian menjadi bola-bola. Diamkan kira-kira 10 menit hingga mengembang.
  9. Pipihkan masing-masing bola adonan dengan diameter kurang lebih 8 cm. Tata di loyang beralas kertas baking. Tutup dengan serbet. Diamkan kurang lebih 1 jam. 
  10. Panaskan oven 190 derajat Celcius. 
  11. Campur sisa telur dengan sedikit susu cair. Olesi roti dengan campuran telur. Taburi wijen.
  12. Panggang kurang lebih 15 menit, atau hingga permukaannya kecoklatan. 
Catatan: 
  1. Gelas yang saya pakai berukuran 200 ml.
  2. Saya pernah mengganti perbandingan susu dan yogurt, susu setengah gelas, yogurt satu gelas. Bahkan pernah menggunakan yogurt atau susu semua. Hasilnya tetap oke. Hanya saja, jika terlalu banyak yogurt, asam yogurt sedikit terasa. 

Monday, April 1, 2013

Homemade: Tahu (Step by Step)

Saat masih di kampung halaman, tak pernah sekalipun saya berpikir dan terpikir untuk membuat tahu sendiri. Secara, tahu mudah dijumpai di mana saja, dengan harga yang sangat terjangkau. Berbagai pilihan mulai dari jenis, ukuran, sampai olahan tahu tersedia. Tahu pun menjadi makanan sehari-hari saya (dan keluarga).

Tahu sudah mendunia. Di Jerman saya menjumpai banyak toko dan supermarket yang menjual tahu siap olah. Tetapi ternyata tidak begitu keadaannya di sini. Pernah suatu kali saya berbelanja di toko Cina, dan saya melihat tahu mungil dalam kemasan botol kaca, seharga 4 TL. Huff, mahalnya. Dan habis dalam sekali hap.


Saya cari di internet, bagaimana membuat tahu sendiri. Ternyata tidak susah (teorinya). Tapi, ternyata susahnya nyari kedelai. Setelah jatuh bangun mencari kedelai, akhirnya ketemu juga. Kedelai ketemu, blendernya yang giliran sabotase. Tertunda lagi deh. Alhamdulillah, ada rejeki. Baba beli blender. Tanpa tunggu lama, langsung bikin tahu. Percobaan pertama langsung jadi. Alhamdulillah. Tapi bentuknya kurang cantik, karena menggunakan bakul nasi sebagai cetakannya. Akhirnya saya membuat cetakan tahu dari kotak bekas eskrim ukuran 1 liter yang saya lubangi dengan paku panas. Hasilnya? Seperti di foto.:D

Mau bikin tahu sendiri? Berikut saya berikan langkah-langkahnya beserta foto. Yang ingin melihat videonya, silakan klik link yang saya sertakan. Selamat mencoba! ^_^


Tahu Homemade 
Adaptasi dari Dono Widiatmono

Bahan:
Kedelai
Air
Air lemon

Cara Membuat:
1. Rendam kedelai semalam hingga mengembang. Cuci bersih, tiriskan.


2. Blender kedelai dan air dengan perbandingan 1:2 (1 bagian kedelai, 2 bagian air) hingga menjadi susu.


3. Saring dengan menggunakan saringan tahu (di Turki disebut tülbent, saringan yogurt), peras ampasnya. Ampas bisa dibuat menjadi tempe gembus.


4. Masak susu kedelai hingga hampir mendidih (mulai bergelembung, suhu 70 derajat Celcius). Jika ingin membuat tahu kuning, tambahkan kunyit bubuk dan garam pada tahap ini. Angkat. Diamkan hingga menjadi hangat (suhu 40 derajat Celcius).


5. Sambil menunggu susu menghangat, siapkan air lemon sebagai bahan pengental. Saya menggunakan 80-100 ml.


6. Siapkan wadah berlubang sebagai cetakan tahu, alasi dengan kain bersih (tülbent). Saya menggunakan kotak plastik bekas es krim yang saya lubangi dengan paku panas. Kain harus lebih besar dari cetakan.


7. Jika susu sudah menghangat (suhu 40 derajat Celcius), masukkan air lemon sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan-pelan. Susu akan membentuk gumpalan-gumpalan. Jangan aduk cepat, agar gumpalan tidak hancur. Jika air sudah terlihat bening, tuang bakal tahu ke dalam cetakan tahu yang sudah disiapkan.


8. Lipat kain saringan yang tersisa untuk menutup tahu. Tindih dengan beban. Diamkan beberapa jam (saya mendiamkan 3 jam). Tahu siap.

Thursday, March 21, 2013

Homemade: Hotdog Buns

Sungguh, sangat ingin bisa membuat roti yang empuk, bisa disobek-sobek. Ngoprek gugel, nemu banyak resep, diujicoba, tetapi ternyata, hasilnya belum sesuai yang diharapkan. Akhirnya terdamparlah di blog Cahide Jibek. Karena malah pusing dengan bahasanya, akhirnya saya ambil aja komposisi bahannya. Caranya saya karang sendiri hehehe. Dan hasilnya? MuaaaanntttaaaBBBBBssss!!! Rotinya lembut, seperti roti sobek. Dengan resep ini, saya bisa membuat roti burger, roti sobek, roti isi, roti hotdog, roti tawar. Sejak itu, kami tidak pernah beli roti tawar di warung lagi. Kata si Baba, "Your ekmek is very good!". Duh, senengnyaaaa...
Saat masih hangat, roti ini sering kami makan begitu saja. Bisa juga dimakan bersama sup, diberi selai, atau dengan pendamping suka-suka kami. Jika mau dimakan untuk sarapan, saya membuat adonannya malam hari, kemudian saya simpan di kulkas. Pagi-pagi saya keluarkan dan biarkan mengembang, dan bisa diproses berikutnya.


Hotdog Buns
Diadaptasi dari Saçaklı Poğaça from Cahide Jibek
Untuk melihat foto step by step pembuatannya, silakan klik di sini.

Bahan:
4 gelas terigu
1 sdm ragi instan
1 sdm gula
1 sdt garam
1 gelas susu
1/2 gelas yogurt
1/2 gelas minyak sayur
1 butir telur, kocok lepas
wijen untuk taburan (optional)

Cara Membuat:

  1. Campur terigu dan ragi. Masukkan gula. Aduk rata.
  2. Tambahkan garam, aduk rata.
  3. Campur susu, yogurt, minyak, telur. Sisakan telur kira-kira 1-2 sdm untuk olesan.
  4. Tuang campuran susu ke dalam campuran tepung. aduk dengan sendok kayu atau tangan, hingga adonan mulai menyatu.
  5. Uleni adonan di atas meja bertabur terigu. uleni 10-15 menit, hingga kalis dan lembut.
  6. Taruh adonan ke dalam mangkuk yang sudah diolesi minyak. tutup dengan plastik cling wrap. Taruh di tempat hangat. Biarkan mengembang hingga minimal 2x.
  7. Kempiskan adonan. uleni sebentar untuk menghilangkan udara. 
  8. Bagi adonan menjadi 10 bagian. Bentuk masing-masing bagian menjadi bola-bola. Diamkan kira-kira 10 menit hingga mengembang.
  9. Pipihkan masing-masing bola adonan dengan diameter kurang lebih 8 cm. Gulung menjadi silinder, kemudian pipihkan lagi membentuk roti hotdog. Tata di loyang beralas kertas baking. Tutup dengan serbet. Diamkan kurang lebih 1 jam. 
  10. Panaskan oven 190 derajat Celcius. 
  11. Campur sisa telur dengan sedikit susu cair. Olesi roti dengan campuran telur. Taburi wijen.
  12. Panggang kurang lebih 15 menit, atau hingga permukaannya kecoklatan. 
Catatan: 
  1. Gelas yang saya pakai berukuran 200 ml.
  2. Saya pernah mengganti perbandingan susu dan yogurt, susu setengah gelas, yogurt satu gelas. Bahkan pernah menggunakan yogurt atau susu semua. Hasilnya tetap oke. Hanya saja, jika terlalu banyak yogurt, asam yogurt sedikit terasa. 

Wednesday, March 13, 2013

Homemade: Mie Telur

Saya pecinta mie. Bisa dibilang penggila mie, dari mie telur kampung, bihun, sampe spaghetti. Begitu mudah dan murahnya mendapatkan mie telur, baik yang mentah maupun siap santap, membuat saya tidak pernah terpikir untuk membuat mie sendiri.
Lain ceritanya, ketika mie telur menjadi barang mahal (langka), padahal sedang ngidam makan mie pangsit atau mie ayam. Pernah sih saya beli mie telur made in Cina, tapi ternyata, setelah dimasak, rasanya seperti makan lidi, meski udah dimasak lama. Bisa juga sih diganti dengan spaghetti, tapi kan teksturnya beda.

Akhirnya nguplek gugel, dan ketemulah resep buat mie telur sendiri. Dengan mesin pasta, hasilnya lebih baik dan lebih cepat. Tanpa mesin pun, oke juga. Yang pasti, lebih sehat karena tanpa bahan pengawet.


Mie Telur
Diadaptasi dari Homemade Fresh Egg Noodles

Bahan:
1 cup tepung terigu serba guna
1 butir telur, kocok lepas
Sejumput garam
Air secukupnya
1 sdm minyak
Tepung maizena untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Campur terigu, garam dan telur, sambil dituangi air sedikit demi sedikit, hingga adonan menyatu. Uleni hingga tidak lengket di tangan dan halus.
  2. Tutup dengan serbet atau bungkus dengan plastik dan diamkan 30-60 menit.
  3. Taburi meja kerja dengan tepung maizena. Dengan roling pin, pipihkan adonan hingga tipis. Agar lebih mudah, lakukan dalam beberapa tahap.
  4. İris adonan yang sudah tipis dengan menggunakan pisau tajam.
  5. Didihkan air, beri 1 sdm minyak sayur. Rebus mie hingga mengapung. Tiriskan.
  6. Mie telur siap diolah sesuai selera.


TIPS:

  1. Gunakan tepung maizena atau tapioka untuk taburan selama mie diproses. Jangan gunakan tepung terigu, karena lama kelamaan terigu akan terserap oleh adonan sehingga akan lengket.
  2. Mie bisa disimpan di kulkas selama 2-3 hari. Jika disimpan di freezer bisa tahan hingga 2 minggu.